Feed on
Posts
comments

just posting a photo…

numpang mejeng…

rock chick

sailor

busy

arabell

sophie

Harvey Nichols di Edinburgh

Harvey Nichols di Edinburgh

Weekend kemarin, gw sama temen gw, Dewi janjian noton Quantum of Solace di Grand Indonesia. Gw ditipu ama Dewi yang bilang klo beli tiket pake kartu HSBC diskon 50%. Walau rumor itu benar adanya, namun HSBC yg dimaksud adalah yang premier atau platinum, yang standard alias yang kayak Dewi punya itu nggak. Melayanglah 50rb rupiah begitu saja…tapi buat nonton Daniel Craig as the sexy, wild and more vicious Bond, ane rela dah.

Setelah itu, kami memutuskan untuk jalan2 di mall. Pas liat ada poster Harvey Nichols yang baru dibuka, gw mengusulkan untuk pergi liat-liat kesana.

Si Dewi bilang, “mau beli apa lo disana?”

Gw jawab, “liat-liat aja. siapa tau ada biskuit yang lucu!”

Dewi langsung melongo mendengar jawaban gw, terus dia ketawa. “Lha, disana bukannya jual baju desainer?” katanya.

Gw masi kekeuh, “kan ada groceries store-nya juga! gw liat celeb-celeb di Inggris sana klo belanja dapur di Harvey Nichols!”

Karena gw lebih eksis di dunia pergosipan seleb luar, Dewi pun menyerah. Gw waktu itu sudah membayangkan judul-judul biskuit seperti ginger snaps, chocolate chip and nut, atau Chocolate praline butter. Semua dengan resep tradisional inggris. Yummm! *pluss, sapa tau bisa nyicip2. mimpi mode:on*

Kami berjalan dan melihat poster Harvey Nichols yang baru. Sebuah tas kulit warna ungu yang cantik berisi alat2 tukang seperti palu dan obeng. Poster yang aneh… Maksudnya apa tuh?

a. Wanita-wanita socialite yg suka blanja disana sekarang gemar bertukang?

b. Palu dan obeng adalah hot item yang harus dimiliki setiap fashionista? Atau,

c. tas inilah yang harus anda belikan untuk tukang kesayangan anda yang kebetulan gay?

Vote untuk pilihan yang anda yakini benar.

Setelah nanya-nanya, sampailah kami di lantai LG east mall Grand Indonesia, di depan toko Harvey Nichols yang beretalase unik: rangka T-rex dari hanger baju dan 2 manekin berbaju desainer (entah apa pula maksudnya itu). Moment-moment ketika gw dan Dewi mendekat, kami melihat 2 bule cowok yang kelihatannya gay mau keluar dari pintu toko. Seorang lelaki berseragam membukakan pintu lalu menutupnya kembali ketika sang bule sudah keluar. Dia menutupnya saat gw dan Dewi hampir 5 langkah (besar) lagi dari pintu. Gw terhenyak pada perlakuan itu.

Gw pun menyikut Dewi, “Wi, lo punya kartu kredit platinum, nggak?”

“Nggak,” jawab Dewi.

Kami langsung melakukan manufer tajam memutar eskalator di depan toko itu lalu memutuskan strategi berikutnya adalah naik ke lantai atas dimana menurut store directory yang ada di luar ada food section.

Lantai UG…more spooky then LG. Tidak ada petugas sih, tapi suasana toko menguarkan aura lo-nggak-bakalan-sanggup-deh-belanja-disini.

Lantai 1… tempat tas ama sepatu gt. Sepi banget. Banyak salesnya sih, tapi mereka menatap kami dengan tatapan hmmm-bukan-costumer-potential. sial.

lantai 2… tempat food dan barang-barang lain. Gw bisa melihat kotak-kotak kemasan Harvey Nichols yang lucu dari luar, pengen deh liat2 produknya. Tapi si satpam menatap kami curiga. Walkie talkie sudah standby untuk memanggil bantuan kalau2 kami membuat gerakan tiba-tiba. Gw akhirnya menyerah dan berkata, “kita ke atas lagi aja deh, Wi”.

Tibalah kami di lantai 3 dimana kami akhirnya bisa bernapas lega melihat Gramedia. Dewi nyeletuk, “klo yang disini gw sanggup belanja, Mel”. Kami pun memasuki toko dengan ceria dan Dewi segera menjauhkan diri seakan menjauhkan diri dari aib saat gw mampir ke tempat komik.

Ok, mungkin gw cuma berlebihan soal para penjaga dan sales di Harvey Nichols begitu seram. Mungkin cuma gw aja yang gak pede masuk ke sana. But really, that store is intimidating! Walaupun begitu, gw bertekad suatu hari berani masuk ke sana dan mampu membeli sesuatu.

Tapi gw masih heran deh, kok MAP berani sih bawa Harvey Nichols ke Indonesia yang notabene menjual baju yang sangat muahual… bahkan konon lebih mahal dari Al Fayed’s Harrods itu. Emang dia mikir orang Indo sekarang kaya banget ya?

We’ll see if it will be a success story, or a major flop.

Sejak beberapa minggu yang lalu gw suka banget sama penyanyi bernama Imogen Heap, terutama lagunya dia yg “goodnight and go“. Lagu jadul sih tapi gw baru tau. Maklum, dulu kan gw mainstream banget seleranya. Suatu saat pada minggu ini ketika berkendara sambil dengerin radio, ada lagu yang tak dikenal namun nancep di hati. Telinga gw mengenali suara Imogen Heap tapi di akhir lagu si penyiar malah bilang kalau yang nyanyi itu grup bernama Frou Frou. Nah lho…baru denger kan gw.

Google punya google, ternyata Frou Frou itu duo musik elektronik yang salah satunya emang si Imogen Heap! Makin cinta dah gw. Ini proyek lama dia dan sekarang Frou Frou sudah bubar. Lagu yang gw denger berjudul “Must be dreaming” yang keluar tahun 2002 *nah kan, jadul lagi. gw kemana aja sih waktu itu?*. Lagu ini enak menurut gw karena termasuk feel-good-song. Seperti gula-gula kapas. hehehehe.

kalau mau download satu lagu, bisa ke sini

Btw, nama Frou Frou lucu banget ya? Taken from french language that means frills or other ornamentation. Gw sempat pengen menjadikannya merk dagang pakaian gw *yang suatu hari pasti akan terwujud, Amiiiin!* tapi ternyata ada yang udah pake. Dang! Telat gw!

I’m sleepbloging

Waktu SMU, cowok yang gw taksir nanya “kenapa sih lo nyanyi lagu itu terus? lo udah gila ya?”. Waktu itu gw nyanyi lagu The Corrs yang “runaway” di kelas (ketahuan deh gw setua apa :P). Dia kayaknya agak gusar gw nyanyi ituuuu terus secara nggak sesuai ama genre musik kesukaannya dia. Itu atau suara gw emang jelek banget. hehe.

Soal gila sih…mungkin aja. hehe…

Pernah dengar lagunya Regina Spektor yang judulnya “fidelity” nggak?akhir-akhir ini gw jadi sering dengerin lagi (coz its the story of my life?) dan liriknya bilang “supposed i kept on singing love songs…just to break my own fall…”.

Mungkin itulah sebabnya gw suka love songs. To break my own fall. And that just answered his question above.

Anyway, adding to my love songs madness playlist im featuring korean songs today. Sebenarnya Kpop sudah menginvasi playlist gw sejak dulu, tp baru sekarang ada yang worthy buat dibagi. Buat yang ga suka Kpop, give it a chance lah. Sapa tau suka ama yang ini. Its different and fresh.

Adalah grup bernama Clazziquai yang beranggotakan 3 orang. Menurut gw aliran mereka nggak jelas soalnya kadang pop, kadang elektronik, kadang jazz, bahkan bossanova. yeah…grup yang aneh. Mungkin sebaiknya gw bilang Clazziquai itu band aja karena at least salah satu dari mereka memainkan musik. hehe. Tapi satu hal yang jelas, apa pun aliran mereka, mereka cukup keren. Gw baru aja dl lagu mereka “love mode” feat. Tablo and loved it sooo much. Intronya agak-agak kayak daft punk sih. check out this lyrics:

“this love is blind…made in a fantasy
it was the time only for you and I
but time has pass…
so does our love, so does our time…”

Good one isn’t it? listen to it here. Btw…salah satu vokalis mereka, Alex, kinda cute. hihihi. i like guys like him. liat aja di videonya!

Clazziquai feat. Tablo - love mode (youtube link)

Karena di lagu “love mode” itu ada featuring si Jenius Tablo, salah satu personel Epik High (im not kidding, he got into Stanford!), gw jadi penasaran sama high rated korean hip hop group ini. So i search their MV in utube dan ternyata lagu - lagu mereka ok juga. check out this lyrics from their song, “1 minute, 1 second”:

“…you said your eyes were puffy dan fell back asleep..
sulking, i silently took off my jacket…
picked up the phone and ordered take out…
closed the curtain and without knowing how many hours passed watching DVD’s (just u and me)…
the sound of your breath as you leaned against my shoulder…
I thought that it was a good thing we didn’t go out…”

epik high - 1 minute 1 second (youtube link).

Aaahh…isn’t it sweet? Sensitive romance from a guy’s perspective. I don’t know if guys could be like that. It may not be true, though. But hey, my imagination of guys is often cold and heartless human being. what do I know about them?

Lama-lama ini blog jadi blog reviews and recommendations. Mungkin sebaiknya blog ini ganti nama. “The guide to the good life”? or maybe more of “autism life”? hmm… cant choose….

I’ll stick with cewek cakep :P

Bukannya gw lagi fall in love beneran sih… *boo! penonton kecewaaa!!! hahaha!* well, mungkin juga tapi nggak sama cowok *apalagi cewek!*. Tapi sama lagu-nya Marit Larsen yang baru berjudul “if a song could get me you”. *iyeh, si Marit yang dulu cs-nya si Marion Raven di M2M. inget gak jaman SMU?*

Pertama denger lagu ini di radio, gw langsung suka. Cacthy banget deh nadanya, belum lagi lyricnya yang sweet and sugary. Judulnya aja udah bisa bikin gigi keropos tuh.

Genrenya sih pop, hampir-hampir mirip pop jadul kesukaan emak-emak kita sesuai dengan tipe suara si Marit, tapi cocok-cocok aja tuh buat telinga jaman sekarang *retro is making a come back, everyone!*

Dengerin lagu ini membuat gw pengen fall in love.

Fall in love itu sangat menyenangkan ya…i remember those feelings. Feels like I am so…ALIVE! Suddenly life makes sense to me… *lebay ya? hehehehe*.

Im only referring about the good stuff though.

Penggalan liriknya bikin khayalan melayang jauh. Apalagi klo sambil mengagumi wallpaper leptop gw yang baru…poster film “il mare” alias lake house versi korea. Its like calling the love force to come to me… *Muahahahaha!!! mules gw jadinya!*

ini nih bentuk wallpaper gw yang baru ama lirik lagunya :

*mengertikah kalian perasaan gw?*

wallpaper il-mare gw

wallpaper il-mare gw

“Just look at me
If you’d only see me
I would prove my love for you
I could swallow half the moon
Just tell me where, tell me when
I will have you back again

So here it is, here it goes
I could try rock and roll
I would change your life forever too
If a song could get me you
I could make it high or low
Sing it on the radio
If that is what I need to do
If a song could get me you”

Ah… it feels great to fall in love. Penasaran? Ini nih link imeem lagu-nya. klik disini.

XOxO….

Year_of_the_dog3 minggu lalu gw ke Gramedia Matraman untuk mencari buku novel sebagai hadiah ulang tahun diri gw sendiri (sedih amat sih, mbak! nggak ada yang ngasi kado ya? ho oh…:P). Pas udah ngebayar bagian gw, gw pergi ke tempat temen gw yang lagi nyari-nyari vcd ato dvd di lantai 2.

Sementara temen gw menumpuk vcd-vcd film Indonesia untuk dibelinya, gw pun liat-liat film apa aja yang dijual. Mata gw langsung tertuju pada sebuah film berjudul "year of the dog" dengan cover Molly Shannon dan seekor anjing dikelilingi karikatur orang dan pohon. Gw langsung mengambil vcd itu seakan tak percaya! (heehehe, berle de akh. gw cuma terkejut seperti kijang saja…kekeke, nggak nyambung abis)

Maksud gw pelm ini akhirnya masuk ke pasar Indonesia, wow! asik! Secara gw lumayan suka pelm-pelm dengan genre seperti ini. Apalagi gw juga suka Molly Shannon yang lucu banget di film "superstar" (i remember this quote,"its time for: Supermodel documentary hour!"). Dari dulu tiap minggu kan gw pasti ngecek film-film baru di Yahoo! movies dan waktu ngeliat resensinya film ini gw udah tertarik. Film sejenis yang ada di wish list gw adalah "Broken English"-nya Posey Parker. Moga-moga masuk Indo juga!

So there i am…holding the vcd in my hand. Udah sempet dibawa-bawa jalan tapi kemudian teringat tumpukan DVD yang belum ditonton di rumah. Kayaknya klo gw beli, gw jadi merasa bersalah gitu sama DVD yang lain (alah! emg mereka punya prasaan?). Jadi karena berpikir, "ah, bisa besok-besok aja belinya. Klo di Gramedia aja ada, apalagi di toko kaset!" dengan berat hati gw meletakkan vcd itu kembali ke tempat asalnya.

Namun ternyata, sodara-sodara! Betapa salahnya pikiran saya itu! pada minggu-minggu itu gw ke mall dan nyempetin ke toko kaset terkenal untuk mencari pelm itu. Walau belum niat membeli tapi its good to know if i can find it everywhere. Gw cari-cari…Lho? kok nggak ada? pikiran pertama sih, positip thinking aja. Mungkin karena pilem baru ato stoknya udah abis. gw juga nggak nanya si ama mas-masnya.

Karena di mall itu ada Gramedia juga, gw carilah disana. Tak ada juga! Gw tanya ke mbak-mbaknya, mereka bilang nggak ada yg begituan. gw mule panik…tapi masi positip thinking. Gramedia Matraman kan emg gede banget, makanya up to date. Walopun dimana-mana nggak ada, toh masih ada yang disana. Tapi sejak saat itu tetep aja tiap nemu toko kaset ato Gramedia, gw langsung nyari-nyari film itu. Bahkan ketika gw berada di kota lain (Bandung and Jogja). Sampai hari ini hasil pencarian gw masih nihil.

Jadi sekembalinya gw ke ibukota, gw langsung mengajak temen gw ke Gramedia Matraman itu. Hanya demi si film yang sebenarnya gw juga nggak tau bagus ato nggak. Gw kalo lagi penasaran emang rada freak.

Dengan langkah pasti gw menerobos keramaian anak-anak liburan sekolah menuju tempat jual vcd. Gw sudah menyiapkan mental gw sebelum bertemu vcd itu. Gw sudah membayangkan adegan gw tersenyum lega, memeluk rindu vcd itu dan berpikir, "akhirnya dapat juga!" lalu pencarian gw selama 3 minggu pun berakhir.

Segeralah gw ke rak dimana 3 minggu lalu gw mengambil vcd itu namun kemudian meletakkannya lagi yang mengakibatkan rasa penasaran luar biasa hingga berujung dengan insomnia dan manic depression *berle mode on*.

Yang terjadi, sodara-sodara…VCD itu sudah tidak ada!

Dengan panik gw menyortir rak itu namun tidak ada tanda-tanda vcd itu pernah bertengger di sana. Gw pun mencari di rak-rak yang lain sampai ke rak-rak diskon. Tetap tak ada. Segeralah gw menemui mbak-mbaknya yang duduk di depan komputer dan memaksanya mencari vcd itu di databasenya (untung dia langsung mau, klo nggak gw bisa mengeluarkan piso buah dan mengancamnya… untuk mengupaskan gw buah apel…). Tetap saja vcd itu tidak ditemukan di database-nya.

Apakah 3 minggu lalu saya bermimpi memegang vcd film itu?

the truth is out there…

one… lagi chatting.

cewek cakep (cc): akhirnya ultahku kemarin tidak jadi garing, mas!
temen chatting (tc): oh ya? jadi pergi kemana?
cc: dinner di atas gedung balai Sarbini ditemani langit malam, gedung-gedung tinggi, dan lampu-lampu indah…romantis banget deh!
tc: Wow…
cc: ya, tapi aku harus jadi obat nyamuk karena temenku bawa pacarnya… :((
tc: wkwkwkwk! kok endingnya antiklimaks terus sih!
cc: story of my life…
tc: eits! menurut buku the secretmu gak boleh ngomong gitu lho!
cc: ups! i mean itu diriku di masa lalu  :D

two…lagi di parkiran

temen 1: klo sayang temen, beliin kado ultahnya tuh yang kayak itu donk! (sambil nunjuk mobil mewah keluaran terbaru yang lagi parkir)
temen 2: ya elah…lo pikir gw pacaran sama Tommy Suharto!
temen 1: masa demi gw lo nggak mau pacaran sama Tommy Suharto?
cc: ya nggak mau lah dia! kalo ampe punya anak ntar nggak diakuin lagi!
temen 1: oh iya ya…warisan pun nanti gak dapet tuh!

hehehe…buat pak Tommy….kami cuma bercanda kok, we never meant what we’ve said…hihiihihihihi. Peace!

Bellamore

Yesterday, im having a birthday (yes, i am a 24 yr old maid now! …GOD! 24 is such a big number!). So i scoop around mall (alone… just so i can think about life…yes, my mind is much clearer in malls…hehehe) and went to my favorite place, bookstore! Sebagai hadiah untuk diri sendiri, gw pun membeli novel "Bellamore" karya Karla M Nashar.

"Bellamore" sebenarnya udah gw incer sejak masih di jogja. kira-kira setaon yang lalu lah. Tapi dulu kan senengnya pinjem novel di tempat peminjaman favorit.  Cuma ternyata waktu gw udah niat mo minjem itu, bukunya keluar terus…gw curiga sih ada yang ngambil soalnya pegawai toko juga bingung tuh buku ngilang kemana.

Cerita Bellamore sih drama cinta-cintaan gitu. Tapi bagus kok. Walau agak tebal, tapi bisa cepet ngabisinnya karena bahasanya gampang dimengerti. Harus saya ingatkan…ada bagian yang bikin anda sedih…

Dan gw punya kesenangan tersendiri waktu baca halaman dedication-nya nggak ada
nama suami ato anak, cuma ortu aja. Mwahahaaha! Ya, saya selalu sebal pada pengarang
yang hidupnya sempurna :P

Tapi emang dasar gw dan khayalan gw yang suka overdosis, ada bagian-bagian yang sambungannya gw bikin skenario sendiri… dalam pikiran gw doank. Contoh:

    "Did you really think my decision to keep my virginity was an absurd thing to do?"
    "No," jawab fabian cepat -terlalu cepat karena mulutku masih terbuka oleh kata terakhir yang kuucapkan itu. Kini aku menatapnya tak mengerti.
    "sejujurnya aku kagum. Butuh kekuatan besar untuk mempertahankan apa yang kamu yakini, bukan hanya untuk masalah yang satu ini saja, namun juga masalah-masalah lainnya dalam hidup ini. Yang kurasakan dulu adalah tantangan -kamu membuatku tertantang. Pertanyaanku hanya satu saat itu, why this hot chick insist on keeping her promise while i know her hormones are screaming for fulfillment?"
    mau tak mau aku tertawa mendengar kalimat terakhirnya itu.
    "awalnya aku memang menganggap itu konyol, namun akhirnya kamu malah membuatku kagum," lanjut Fabian.
    "Then why don’t we get married right now? Because I’m pretty sure you are the one for me…" desahku pelan.

Huahahaha….yang ungu tuh khayalan gw! Gw malah nangis-nangis sendiri waktu mikirin itu. Dasar! Perawan hobi mengkhayal!

Bagaimanapun buku ini sukses bikin gw menangis di hari pertama tahun ke -24 gw hidup di dunia ini. Gw senang karena gw nangis. Bukan kenapa-kenapa, tapi gw cuma ngerasa gw ini kurang emosional. Kaku kayak robot. Sebenernya gw nggak pengen kayak gitu. Karena itu, gw harap tahun ini gw bisa lebih mengekspresikan perasaan gw.

Cewek cakep, 24 tahun, single…

Older Posts »